cocoonfamilysupport.org – Spanyol mengutuk tindakan Amerika Serikat yang mencabut visa Presiden Palestina Mahmoud Abbas beserta 80 pejabat Palestina lainnya menjelang sidang tahunan Majelis Umum PBB di New York pada bulan September. Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, menyatakan bahwa keputusan ini “tidak dapat diterima” dan mendesak Uni Eropa untuk mengambil langkah aktif dalam mendukung kehadiran perwakilan Palestina di PBB.
Albares menegaskan pentingnya perlindungan dan imunitas bagi delegasi Palestina, serta menyerukan Uni Eropa untuk tampil sebagai pelindung hak-hak mereka. Dalam pertemuan informal para menteri luar negeri Uni Eropa di Kopenhagen, dia menambahkan bahwa pernyataan semata tidaklah mencukupi, dan meminta tindakan nyata dari Uni Eropa dalam menghadapi konflik Israel-Palestina.
Lebih lanjut, Albares mengkritik lambatnya respons Uni Eropa, dengan menyatakan bahwa “masa deklarasi sudah berakhir” dan mendesak agar langkah-langkah konkret diambil untuk menghentikan ketegangan dan kesengsaraan di kawasan tersebut. Dia juga menjelaskan serangkaian langkah aksi yang diusulkan Spanyol, termasuk embargo senjata EU terhadap Israel, penambahan daftar individu yang dikenakan sanksi, serta dukungan finansial yang signifikan bagi Otoritas Nasional Palestina.
Albares menekankan perlunya penegakan putusan Mahkamah Internasional, yang termasuk menghentikan perdagangan produk dari permukiman ilegal dan menangguhkan perjanjian perdagangan antara Uni Eropa dan Israel. Ia menambahkan, “Ini bukan lagi waktunya perang. Ini waktunya bertindak,” seraya berharap agar tindakan tersebut dapat mengakhiri konflik dan mengatasi masalah kelaparan di Gaza.