cocoonfamilysupport.org – Kisah perjuangan pevoli asal Kazakhstan, Sabina Altynbekova, menarik perhatian banyak orang, terutama mengenai perjalanan hidupnya yang penuh tantangan. Melalui unggahan di media sosial, atlet berusia 29 tahun ini membagikan pengalamannya yang jauh dari kesan glamor, melainkan dipenuhi dengan kerja keras dan keterbatasan selama tinggal di asrama atlet.
Sabina mengungkapkan bahwa masa muda dia habiskan bukan untuk hura-hura, melainkan berjuang untuk mencapai cita-citanya dalam dunia voli. Di saat rekan-rekan seusianya mencari kesenangan, ia lebih memilih fokus pada kebutuhannya sehari-hari. “Saya merasa cukup jika bisa menikmati makanan yang enak dan beristirahat,” katanya. Dalam suasana yang serba terbatas, ia harus mencuci semua pakaian secara manual karena tidak memiliki akses ke mesin cuci.
Dia juga harus beradaptasi dengan kurangnya akses hiburan. Untuk menonton film, Sabina mengandalkan perangkat teman-teman, seringkali meminjam laptop hanya untuk menontonnya. Pada waktu luangnya, ia memilih membaca buku, terutama di bidang psikologi, sebagai cara untuk mengisi kekosongan.
Sabina menceritakan, “Sementara teman-teman sebayaku bersenang-senang, saya terus bekerja keras.” Meski hidup mandiri tanpa fasilitas mewah, tekadnya membuahkan hasil. Kini, ia menjadi bintang voli dunia, menunjukkan bahwa kerja keras dan dedicasi dapat mengubah nasib seseorang. Dengan perjalanan yang inspiratif ini, Sabina berhasil membuktikan bahwa sukses tidak datang begitu saja, melainkan hasil dari ketekunan dan pengorbanan.