cocoonfamilysupport.org – Pemprov Kalimantan Selatan (Kalsel) berupaya memperkenalkan Sasirangan sebagai warisan budaya Banjar yang memiliki nilai historis dan makna mendalam. Sasirangan, yang merupakan salah satu bentuk teknik pewarnaan kain tradisional, dianggap sebagai simbol identitas masyarakat Banjar. Melalui langkah ini, pemerintah provinsi berharap Sasirangan dapat dikenal secara luas, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di panggung internasional.
Langkah promosi ini akan dilakukan melalui berbagai kegiatan, termasuk pameran dan festival budaya yang dijadwalkan berlangsung di berbagai lokasi di Kalsel. Kegiatan ini diharapkan dapat menarik perhatian publik dan meningkatkan apresiasi terhadap kebudayaan lokal. Selain itu, pemprov juga akan melibatkan pelaku industri kreatif dan perajin lokal agar mereka turut serta dalam proses ini.
Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalsel, upaya ini menjadi sangat penting untuk melestarikan tradisi lokal di tengah gempuran budaya global. Sasirangan tidak hanya sebagai produk kerajinan, tetapi juga memuat nilai-nilai pendidikan dan sosial yang mencerminkan kearifan lokal. Melalui promosi ini, diharapkan generasi muda dapat lebih mengenal dan mencintai budayanya sendiri.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat, Sasirangan diharapkan akan dianggap sebagai salah satu ikon budaya Indonesia yang dapat memperkaya keragaman budaya di dunia. Melalui langkah-langkah konkret ini, Pemprov Kalsel berkomitmen untuk menjaga dan mempromosikan warisan budaya yang telah ada sejak lama, sehingga tidak terlupakan oleh generasi mendatang.