cocoonfamilysupport.org – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru-baru ini mengadakan pertemuan dengan Bank Dunia untuk membahas rencana masuknya dana investor asing ke pasar modal Indonesia. Dalam pertemuan yang dipimpin oleh Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, disepakati bahwa akan dibentuk kelompok investor yang dapat berkomunikasi langsung dengan regulator dan pelaku usaha secara berkala.
Hasan menjelaskan bahwa kelompok investor ini bertujuan untuk memfasilitasi aliran dana segar ke perusahaan-perusahaan yang terdaftar di bursa. Pertemuan yang berlangsung pada awal Februari ini merupakan langkah strategis untuk memperdalam pasar modal Indonesia, sejalan dengan penyesuaian peraturan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang meningkatkan batas minimum kepemilikan saham publik dari 7,5 persen menjadi 15 persen.
OJK berkomitmen untuk mendukung perusahaan-perusahaan yang terdaftar dalam memenuhi ketentuan ini, termasuk melalui penerbitan saham baru atau right issue. Hasan menambahkan, OJK dan lembaga pengatur terkait akan membantu perusahaan dalam berkomunikasi dengan kelompok investor dari Bank Dunia tentang rencana aksi korporasi yang akan diambil.
Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan saluran komunikasi antara investor besar dan perusahaan yang terdaftar, sehingga menciptakan kepercayaan dan menarik lebih banyak investasi ke pasar modal Indonesia. Dengan adanya kolaborasi ini, OJK dan Bank Dunia berharap untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui memperkuat sektor pasar modal.