cocoonfamilysupport.org – Kenyon Martin, mantan bintang basket perguruan tinggi, mengenang kembali insiden yang mengakhiri karirnya di level kuliah akibat cedera saat bermain di turnamen USA Conference tahun 2000. Dalam pertandingan melawan St. Louis, Martin terluka hanya tiga menit setelah permainan dimulai. Ia mengalami patah tulang fibula dan robekan ligamen saat berusaha memberi screens kepada rekan setimnya.
Martin, yang merupakan senior di Cincinnati Bearcats, menjelaskan di podcast “The OG’s” bahwa cedera tersebut disebabkan oleh sepatu yang ia kenakan. Ia mengaku mendapatkan sepasang sepatu Jordan belum dirilis yang dikirim oleh seorang agen untuk menggoda dirinya menandatangani kontrak. Meskipun diminta untuk tidak memakainya terlebih dahulu, Martin merasa tidak bisa menolak untuk mengenakannya. “Jordan mengirimkan ini, saya harus memakainya,” ujarnya.
Cedera yang dialami Martin mengguncang dunia basket perguruan tinggi, dan banyak yang menganggapnya sebagai salah satu dari banyak karir yang terputus akibat cedera. Pada saat itu, Martin menunjukkan performa gemilang dengan rata-rata 18,9 poin, 9,7 rebound, dan 3,7 blok per pertandingan, sehingga meraih penghargaan All-American.
Meskipun cedera tersebut menghentikan ambisinya untuk meraih gelar NCAA, Martin tetap terpilih sebagai pilihan pertama dalam NBA Draft 2000 oleh New Jersey Nets. Cedera ini mungkin menggagalkan kesempatan untuk mengukir sejarah di level perguruan tinggi, tetapi reputasi dan kehebatannya sebagai pemain basket tetap dikenang hingga saat ini.
Keputusan Martin untuk mengenakan sepatu baru tanpa melakukan pemanasan terlebih dahulu menjadi pelajaran penting bagi atlet lainnya, terutama di olahraga yang membutuhkan pergerakan cepat dan stabilitas. Kendati demikian, Martin tetap menjadi salah satu ikon dalam sejarah basket perguruan tinggi.