cocoonfamilysupport.org – Mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 dengan sepeda motor listrik memerlukan perencanaan yang cermat, terutama dalam hal pengisian baterai dan keselamatan berkendara. Hal ini disampaikan oleh pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, yang mengungkapkan bahwa tantangan yang dihadapi pengendara motor listrik bervariasi tergantung sistem yang dipakai.
Yannes menekankan pentingnya mengetahui lokasi stasiun penukaran baterai untuk model dengan sistem battery swap. Ia merekomendasikan agar sepeda motor jenis ini tidak digunakan untuk perjalanan jauh tanpa pemahaman yang jelas mengenai rute dan fasilitas yang tersedia. Meskipun sepeda motor listrik tidak dimaksudkan untuk perjalanan jarak jauh dengan infrastruktur saat ini, Yannes menyarankan penggunaan motor dengan sistem pengisian daya yang biasa, yang lebih fleksibel jika pengendara memahami jarak tempuh riil yang biasanya lebih pendek dari yang diklaim pabrikan.
Untuk menjaga kenyamanan selama perjalanan, disarankan agar pengendara membawa charger portable dan adaptor yang sesuai. Yannes juga menekankan untuk menghindari penggunaan throttle penuh secara terus-menerus, yang dapat menyebabkan overheat dan mengurangi efisiensi baterai. Ia memberikan saran untuk berkendara lebih santai agar baterai tahan lama dan perjalanan lebih nyaman.
Kondisi cuaca juga menjadi faktor penting. Meskipun motor memiliki rating tahan air, pengendara disarankan menghindari genangan air yang dapat merusak sistem kelistrikan. Selain itu, fitur regenerative braking, jika tersedia, dapat dimanfaatkan untuk memperpanjang jarak tempuh dengan mengubah energi saat pengereman menjadi listrik untuk mengisi ulang baterai. Penggunaan teknologi ini dinilai dapat meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi keausan pada sistem rem.