cocoonfamilysupport.org – Salat tarawih menjadi salah satu ibadah yang banyak dinantikan umat Muslim di bulan Ramadan. Namun, seringkali jemaah langsung bergabung dalam salat tarawih setelah menunaikan salat Isya, tanpa menjalankan salat sunah ba’diyah Isya terlebih dahulu. Pertanyaan muncul, bagaimana dengan hukum melaksanakan tarawih tanpa melakukan ba’diyah Isya? Apakah sah?
Menurut pemahaman fikih, melaksanakan salat tarawih tanpa ba’diyah Isya diperbolehkan dan tetap sah. Hal ini dikarenakan kedua salat tersebut merupakan ibadah sunnah yang berdiri sendiri, dan tidak ada syarat untuk melaksanakan ba’diyah sebelum tarawih. Setelah melaksanakan salat fardu Isya, waktu untuk melaksanakan tarawih sudah dimulai.
Namun, dalam mazhab Syafi’i, terdapat catatan mengenai urutan keutamaan. Salat sunnah ba’diyah Isya memiliki kedudukan lebih tinggi dibandingkan tarawih, karena merupakan ibadah sunnah muakkad yang dijunjung tinggi oleh Rasulullah SAW. Melakukan ba’diyah Isya dianggap lebih utama dan sebaiknya dilakukan untuk mendapatkan pahala yang lebih besar.
Bagi jemaah yang terlambat menjalankan ba’diyah Isya, mereka dapat mengambil beberapa langkah. Pertama, melaksanakan ba’diyah secara mandiri sebelum bergabung dengan masyarakat dalam salat tarawih. Kedua, jika tarawih dilaksanakan dua rakaat salam, jemaah bisa menggunakan jeda untuk mengerjakan ba’diyah. Terakhir, jika keadaan mendesak, ba’diyah Isya dapat dilakukan setelah rangkaian tarawih selesai, mengingat waktu pelaksanaannya cukup panjang hingga sebelum Subuh.
Dengan demikian, meskipun salat tarawih tanpa ba’diyah Isya sah, sangat disarankan untuk tidak melewatkan ba’diyah Isya demi mencapai keutamaan spiritual yang lebih tinggi.