cocoonfamilysupport.org – Korban banjir di Aceh mengharapkan bantuan makanan siap santap menyusul kondisi darurat yang masih dihadapi. Banyak warga yang terdampak bencana ini mengalami kesulitan dalam mendapatkan air bersih dan bahan pangan, terutama di daerah yang paling parah terkena banjir.
Koordinator Relawan Sukma Bangsa Pidie Peduli Banjir, Marthunis Bukari, menyatakan bahwa banyak pengungsi di Kabupaten Pidie Jaya menginginkan nasi segar dan makanan lainnya yang bisa langsung dikonsumsi. Ketersediaan peralatan masak yang rusak dan krisis bahan bakar gas elpiji semakin memperburuk keadaan di lapangan. Sumur-sumur dan jaringan air bersih juga hancur akibat banjir, membuat akses terhadap makanan dan air bersih menjadi sangat terbatas.
Hingga pekan ketiga setelah puncak banjir, korban masih kesulitan untuk memasak makanan sendiri dan sangat bergantung pada dapur umum yang sering kekurangan persediaan. Marthunis menambahkan bahwa jika terlambat datang, mereka sering kali pulang tanpa makanan. Dalam beberapa kali distribusi, tim relawan berhasil membawa nasi bungkus siap santap yang disambut antusias oleh warga.
Bantuan tersebut, termasuk bumbu dapur yang paketnya bernilai Rp600.000, juga sangat dibutuhkan oleh keluarga yang ingin membangun dapur mandiri. Sementara itu, pihak relawan terus berupaya menyalurkan makanan, hingga snack untuk anak-anak, agar kebutuhan pangan korban dapat terpenuhi, meskipun dalam kondisi yang sederhana.
Kepedulian relawan dan masyarakat sekitar menjadi harapan untuk membantu ribuan korban yang hingga kini masih bergelut dengan kondisi pascabanjir yang sulit.