cocoonfamilysupport.org – Intan Permatasari, seorang wanita berusia 21 tahun, telah berhasil pulih dari masalah kaki pengkor atau Congenital Talipes Equinovarus (CTEV) melalui prosedur operasi rekonstruksi. Selama lebih dari dua dekade, Intan terpaksa hidup dengan deformitas kaki yang mengharuskannya berjalan menggunakan punggung kaki, mengalami kesulitan mobilitas yang signifikan.
CTEV adalah kelainan ortopedi yang muncul sejak lahir, menyebabkan kedua kaki mengalami perubahan posisi. Menurut dr. Alfa Januar Krista, Sp. OT, kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas fisik Intan, tetapi juga berdampak pada kesejahteraan psikologisnya. Mobilitas yang terbatas membuatnya sering terjatuh dan mengalami rasa sakit, serta menimbulkan trauma mental akibat olokan teman-teman di sekitarnya.
Setelah mempertimbangkan berbagai opsi, Intan memutuskan untuk menjalani operasi rekonstruksi yang dilakukan oleh dr. Alfa. Proses penyembuhan dilaksanakan secara bertahap, dimulai dari kaki kiri. Operasi mencakup pemotongan dan rekonstruksi tulang kaki agar dapat berfungsi dengan baik. Dalam waktu singkat, hasil positif mulai terlihat; dua bulan setelah operasi, Intan sudah mulai belajar berjalan lagi.
Setelah enam bulan, kemampuan fisik Intan semakin membaik. Ia kini mampu beraktivitas dengan normal tanpa bantuan alat. Keberhasilan ini bukan hanya tanda pemulihan fisik, tetapi juga memberikan kebebasan dari beban psikologis yang selama ini dipikulnya.
Dr. Alfa menegaskan bahwa kesuksesan Intan adalah hasil dari penerapan sains medis dengan disiplin, yang membantu pasien mencapai kehidupan yang lebih baik. Perjalanan Intan menjadi cerita inspiratif tentang perubahan positif melalui perhatian medis yang tepat dan ketekunan.