cocoonfamilysupport.org – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat adanya peningkatan kasus sejumlah penyakit pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatra Utara, serta Sumatra Barat. Dalam laporan yang dirilis, penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit kulit, dan diare mendominasi kondisi kesehatan masyarakat terdampak bencana.
Di Aceh, selama periode 25 November hingga 12 Desember 2025, tercatat ISPA menjadi penyakit yang paling banyak dilaporkan dengan 5.701 kasus. Diikuti oleh penyakit kulit dengan 4.885 kasus dan diare sebanyak 875 kasus. Juga terdapat laporan mengenai influenza-like illness (ILI) dan demam, meskipun jumlahnya lebih rendah. Sementara itu, di Sumatra Utara, penyakit kulit menduduki peringkat pertama dengan 8.675 kasus, diikuti ISPA sebanyak 7.682 kasus dan diare sebanyak 1.474 kasus.
Provinsi Sumatra Barat juga mencatat ISPA sebagai penyakit terbanyak dengan 1.239 kasus, diikuti oleh hipertensi, demam, dan gangguan kesehatan lainnya. Menanggapi permasalahan ini, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan langkah-langkah pencegahan, termasuk pengendalian penyakit melalui fogging dan disinfeksi di daerah berisiko.
Aji menambahkan bahwa distribusi obat-obatan, masker, dan peralatan kebersihan telah dilakukan di lokasi pengungsian. Dalam upaya memberikan dukungan terhadap kesehatan masyarakat, Kemenkes juga menyediakan paket water purifier dan mengintensifkan edukasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Kemenkes menegaskan komitmennya untuk mencegah meluasnya penyakit pascabencana dengan menjaga koordinasi dengan dinas kesehatan daerah serta meningkatkan respons terhadap kejadian luar biasa (KLB) yang mungkin terjadi.