cocoonfamilysupport.org – An Se-young, tunggal putri asal Korea Selatan, mengawali tahun 2026 dengan ambisi luar biasa: menyelesaikan satu musim tanpa kekalahan. Meskipun pencapaian 2025 yang mengesankan—di mana ia meraih 11 gelar juara termasuk All England dan Indonesia Open—sudah cukup untuk disebut puncak karier, An Se-young justru melihatnya sebagai standar baru yang harus dilampaui.
Pada Selasa, 6 Januari 2026, ia melanjutkan misinya di Malaysia Open 2026 yang berlangsung di Axiata Arena. Dalam pertandingan melawan wakil Kanada, Michelle Li, An Se-young harus berjuang keras selama 75 menit. Meskipun tertinggal di gim pertama dan ketinggalan 5-11 di gim kedua, ia berhasil membalikkan keadaan dan meraih kemenangan dengan skor 19-21, 21-16, 21-18.
An Se-young mencatatkan rekor luar biasa musim lalu, memenangkan 73 dari 77 pertandingan dengan rasio kemenangan sebesar 94,8 persen. Angka ini mengalahkan rekor dua legenda bulu tangkis dunia, Lin Dan dan Lee Chong Wei, yang masing-masing memiliki rasio 92,75 persen pada 2010 dan 2011. Meskipun sukses, An Se-young belum merasa puas dan menetapkan tujuan yang lebih menantang.
“Saya ingin menyelesaikan tahun tanpa kekalahan, meskipun ini sangat sulit. Saya selalu berusaha melupakan pencapaian sebelumnya dan memulai dari awal. Keinginan untuk mengoleksi gelar adalah motivasi terbesar saya,” ungkap An Se-young, merujuk pada ambisinya yang tinggi dalam menjalani musim ini. Penampilan gemilang dan determinasi yang kuat menjadikan An Se-young sosok yang harus diperhatikan dalam dunia bulu tangkis.